19.55

Ngorok = Risiko Serangan Jantung

JAKARTA- Sebuah penelitian yang baru saja diterbitkan pada the Journal of the American College of Cardiology menyebutkan bahwa mendengkur dengan obstructive sleep apnea (OSA) tingkat sedang saja, sudah meningkatkan risiko seseorang alami sindroma kematian mendadak akibat serangan jantung. Ya, suara ngorok yang dianggap 'hanya' gangguan suara, bisa berakibat fatal!


Sleep Apnea

Mendengkur yang disertai dengan kantuk berlebih di siang hari merupakan gejala utama dari sleep apnea atau henti nafas saat tidur.

Saat tidur saluran nafas pendengkur menyempit hingga, walau gerakan nafas masih ada, aliran udara terhenti. Henti nafas ini bisa terjadi lebih dari sepuluh detik. Bahkan tak jarang saya temukan di laboratorium tidur pendengkur yang alami henti nafas hingga lebih dari 1 menit.

Akibat sesak, penderita sleep apnea akan terbangun tanpa terjaga untuk bernafas, lalu segera lanjut tidur lagi. Pendengkur tak menyadari dirinya terbangun-bangun selama tidur. Karena proses tidur yang terpotong-potong itu, di pagi hari pendengkur merasa kurang segar dan terus mengantuk sepanjang hari.

Proses henti nafas berulang sepanjang tidur memicu reaksi berantai yang berlanjut pada peningkatan tekanan darah, kadar gula darah, kekentalan darah dan tentu pada kesehatan jantung sendiri.

The National Heart, Lung and Blood Institutes memperkirakan sleep apnea diderita lebih dari 12 juta orang di AS. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat dengan bertambahnya epidemi obesitas di sana. Tetapi hati-hati, untuk ras Asia seperti Indonesia penderita sleep apnea tanpa obesitas pun banyak. Ini dikarenakan struktur rahang yang sempit dan leher yang pendek pada ras Asia. Tak semua pendengkur itu gemuk lho.

Penelitian

Penelitian terdahulu dari Mayo Clinic yang diterbitkan pada the New England Journal of Medicine menyatakan bahwa lebih dari setengah pasien mendengkur yang telah terdiagnosa dengan sleep apnea, meninggal akibat serangan jantung antara pukul 22:00-6:00. Artinya, sleep apnea berperan atas serangan jantung yang terjadi.

Kembali pada penelitian yang terbaru, para ahli mengikuti 10.701 subyek selama kurang lebih 5,3 tahun. Selama itu, sebanyak 142 pasien meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak. Kebanyakan dari pasien-pasien tersebut berusia lebih dari 60 tahun dan mengalami henti nafas lebih dari 20 kali perjam saat tidur serta memiliki kadar oksigen terendah kurang dari 78 persen.

Saat saluran nafas tersumbat dalam tidur, pasokan oksigen terhenti hingga kadar oksigen dalam darah menurun. Penelitian ini tunjukkan bahwa penurunan kadar oksigen lebih rendah dari 78 persen akan tingkatkan risiko pasien alami serangan jantung yang mematikan hingga 80 persen.

Jadi sleep apnea bukan saja meningkatkan risiko gangguan kesehatan jantung di malam hari, tapi justru sepanjang hari dan malam.

Tata Laksana

Perawatan sleep apnea dimulai dengan pemeriksaan rutin di laboratorium tidur untuk mendiagnosa derajat dengkuran. Jika indeks henti nafas (AHI) kurang dari 5 kali perjam, pasien dinyatakan hanya mendengkur tanpa sleep apnea. Ini kondisi yang aman. Sementara AHI 5-15 kali perjam adalah kondisi ringan, 16-30 kali perjam adalah sedang dan lebih dari 30 dinyatakan sebagai sleep apnea berat.

Umumnya perawatan sleep apnea adalah dengan menggunakan CPAP, berupa alat yang dihubungkan dengan masker hidung. Alat tersebut akan meniupkan tekanan positif yang digunakan untuk menyangga saluran nafas agar tak menyempit selama tidur. Penggunaan CPAP telah diketahui memperbaiki kondisi jantung, tekanan darah dan kontrol gula darah penderita sleep apnea. Selain CPAP, perawatan sleep apnea juga bisa dilakukan dengan penggunaan dental appliances atau pembedahan.

———————

Perawatan sleep apnea akan meningkatkan kualitas hidup penderitanya, dan juga mencegah terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.

Ketika ada sahabat atau kerabat yang mendengkur, jangan ditertawakan. Peringatkan! Anda bisa menyelamatkan nyawanya hanya dengan memberi tahu bahwa dengkurannya bisa berbahaya bagi kesehatan.

19.55

Ini Tandanya Tubuh Mengalami Dehidrasi


Foto: Ilustrasi/Thinkstock

Jakarta, Jangan malas minum agar tubuh tidak mengalami dehidrasi. Pun ketika Anda melakukan ibadah haji di Tanah Suci. Cuaca terik plus malas minum akan membuat tubuh rentan dehidrasi. Nah, apa saja tandanya jika tubuh mengalami dehidrasi?

dr. Zainal Muttaqien dari Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran UGM menyebut jika seseorang mengalami dehidrasi, tandanya adalah tubuh mudah lelah, mudah terkena flu, dan daya tahan tubuh menurun. Hal ini terjadi karena tekanan darah menurun, serta saraf sympathic atau stres dalam tubuh diaktifkan.

Lalu apa yang harus dilakukan saat dehidrasi menyerang? dr. Zainal Muttaqien menyarankan untuk minum dan mandi.

"Bukan dengan minum parasetamol atau memberi injeksi, karena demam dan menurunnya nafsu makan terjadi akibat dehidrasi," jelasnya dalam acara Pocari Sweat Seminar Haji 2013 dengan tema 'Risiko Dehidrasi di Tanah Suci' yang bertempat di Le Meridien Hotel, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (18/6/2013).

Tanda-tanda lainnya saat seseorang mengalami dehidrasi adalah haus, pusing, mual, dan mudah tersinggung. Nah, jika tanda seperti itu Anda rasakan, segerakan minum air. Apabila Anda sedang melakukan ibadah haji, jangan khawatir keurangan air minum, karena di sepanjang jalan di Arab Saudi seperti di Makkah, Arafah dan Mina sudah disediakan air melalui keran-keran.

"Jadi, kebutuhan air pun insya Allah dapat terpenuhi," sambung dr Zainal.

21.39

Telat Kenalkan Makanan Pendamping ASI, Bayi Berisiko Kurang Gizi

Jakarta, Ketika dilahirkan, bayi hanya memiliki kemampuan untuk mencecap payudara ibu untuk meminum ASI. Dalam perkembangannya, pemberian ASI hanya cukup memenuhi nutrisi bayi hingga usianya 6 bulan, sebab setelah itu kebutuhan bayi menjadi lebih banyak dan kompleks.

Oleh karena itu, bayi sebaiknya mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MP ASI) sejak berusia 6 bulan. Selain mengenalkan bayi dengan makanan padat, makanan ini juga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan bayi, namun kurang terpenuhi oleh ASI saja.

"Makanan pendamping ASI sebaiknya mulai diberikan pada usia 6 bulan sambil melanjutkan pemberian ASI, boleh sampai bayi berusia 2 tahun atau lebih. Makanan pendamping ini harus diberikan tepat waktu, kandungan nutrisinya cukup dan seimbang, aman dan diberikan dengan cara yang benar," terang dr Sri S Nasar, Sp(A)K kepada toko-alkes, Selasa (11/6/2013).

Dalam acara seminar media yang diselenggarakan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), dr Sri yang aktif dalam UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI memaparkan penelitian WHO yang berjudul 'The Global Strategy for Infant and Young Child Fedding', di mana sebanyak 2/3 kematian balita tiap tahun terkait dengan gizi kurang atau buruk akibat pemberian makan yang tidak benar.

Praktek yang tidak benar tersebut di antaranya adalah pemberian ASI eksklusif kurang dari 4 bulan, pemberian MP ASI yang terlalu dini atau malah terlambat, serta tidak memenuhi kecukupan gizi. Idealnya, MP ASI diberikan saat bayi berusia antara 4 - 7 bulan, namun lebih sering dilakukan saat bayi berumur 6 bulan.

Tak hanya itu, dr Sri menerangkan bahwa usia 6 bulan merupakan usia yang rawan malnutrisi, sekaligus merupakan usia yang paling sering terjadi perlambatan kenaikan berat badan. Salah satu penyebabnya adalah karena pemberian MP ASI yang terlambat atau kurang memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

"Terlambat mengenalkan makanan padat berisiko terhadap timbulnya masalah makan. Bayi yang terlambat dikenalkan dengan makanan padat (lebih dari 10 bulan), lebih sulit untuk makan dan cenderung lebih pemilih. Anak akan tumbuh menjadi picky eater, suka pilih-pilih makanan," jelas dr Sri.

Perilaku ini pada akhirnya akan membuat anak hanya mau makan-makanan tertentu saja, sehingga kebutuhan nutrisinya kurang tercukupi dengan baik.

21.39

Ingin Punya Perut Sixpack? Ini Caranya


Ilustrasi (Foto: thinkstock)

Jakarta, Perut yang rata lagi sixpack jadi idaman banyak orang. Apalagi cukup banyak orang yang beranggapan pria berperut sixpack lebih menarik ketimbang yang memiliki perut buncit. Bagaimana caranya mendapatkan perut sixpack?

"Membentuk sixpack itu adalah latihan jangka panjang. Harus disiplin makan dan juga latihan, dan juga harus memperhatikan protein serta karbo yang dikonsumsi. Setelah itu, harus rajin cek dan ricek juga," terang dokter kesehatan olahraga, dr Michael Triangto, SpKO, dalam perbincangan dengan toko-alkes dan ditulis pada Rabu (12/6/2013).

Untuk tahap awal, dr Michael menyarankan agar melakukan jalan cepat secara teratur. Saat melakukan kegiatan ini, kedua tangan diayun sehingga akan terlihat garis di sisi perut.

"Selanjutnya latihan lain bisa digunakan seperti mendekap beban berat atau berpegangan pada file holder, misalnya kemudian memutar badan ke kanan dan kiri sambil berdiri," tutur dokter yang berpraktik di RS Mitra Kemayoran ini.

Selain itu, latihan lain yang bisa dilakukan adalah duduk menyender tegak sambil mengangkat lutut. Bisa juga dengan melakukan cramps, seperti sit-up tapi tidak sampai duduk.

Sementara itu, Dicky Ramadhani yang merupakan instruktur di Celebrity Fitness, mengungkapkan bahwa perut sixpack bisa didapat selain dengan latihan yang tepat dan rajin, juga dengan makanan. Dia menganjurkan makan makanan yang sedikit karbohidrat Selain itu, genetika juga berperan.

"Berlatih secara tepat maksudnya adalah bila perut masih dalam kondisi buncit, jangan langsung dipaksa berlatih abdominal atau sit up atau crunch berlebihan,
tetapi kurangilah konsumsi makanan berkalori tinggi agar tidak menimbun di sekitar perut bila tidak diserap maksimal oleh tubuh," sarannya.

Dia mengingatkan karbohidrat adalah penyumbang kalori terbesar. Untuk itu perlu mengurangi konsumsinya, bukan menghilangkannya. Sebagai gantinya, makanlah makanan dengan serat tinggi atau protein atau lemak sehat. Asupan ini dapat menyumbangkan kalori yang cukup.

"Genetik pun menjadi faktor penentu. Orang yang memiliki serat otot besar akan dapat memiliki bentuk sixpack yang lebih menonjol daripada orang lain," imbuh Dicky.

Pada dasarnya, sambungnya, semua orang baik laki-laki ataupun perempuan memiliki otot rectus abdominis yang populer disebut sixpack. "Latihan crunch, sit up, oblique crunch, abdominal reverse curl, leg raise akan membantu membentuk otot perut ini," ujar Dicky.

21.37

Wow, Obat untuk Atasi Rambut Rontok Ini Bisa Bikin Pria Jauhi Alkohol

Ilustrasi (dok: Thinkstock)

Jakarta, Kebotakan karena usia dapat diatasi dengan obat-obatan tertentu. Yang cukup populer misalnya Finasteride atau Propecia. Namun ternyata sebuah studi baru menemukan obat ini tak hanya berguna untuk mengatasi kebotakan pada pria, tapi juga menghilangkan ketertarikan pria pada minuman keras alias alkohol.

Bahkan studi ini memaparkan pria yang menggunakan Finasteride (Propecia) untuk menghentikan kerontokan rambut yang dialaminya cenderung mengurangi konsumsi alkohol sejak pertama kali memulai konsumsi obat ini. Dan 'efek samping' ini tetap bertahan meski si pria telah menghentikan pengobatannya.

Kesimpulan tersebut diperoleh peneliti dari George Washington University, AS setelah mewawancarai 83 pria sehat yang mengalami efek samping seksual berkepanjangan akibat konsumsi Finasteride. Sebelumnya telah diketahui bahwa obat kerontokan rambut ini dapat menyebabkan disfungsi seksual pada pria.

Untuk studi ini, peneliti Dr. Michael Irwig juga mengumpulkan informasi terkait riwayat kesehatan pasien, fungsi seksualnya, termasuk konsumsi alkohol pasien sebelum dan sesudah mengonsumsi Finasteride.

Dari 63 partisipan yang diketahui mengonsumsi alkohol sedikitnya sekali dalam seminggu sebelum mulai mengonsumsi Finasteride, 65 persen diantaranya dilaporkan mengalami penurunan konsumsi alkohol, bahkan setelah mereka berhenti minum Finasteride.

Namun seperti dilansir Daily Mail, Senin (17/6/2013), konsumsi alkohol pada 32 persen partisipan lainnya diketahui tidak mengalami perubahan dan 3 persen partisipan malah mengaku konsumsi alkoholnya justru meningkat.

Selain penurunan jumlah konsumsi, peneliti juga menemukan bahwa banyak partisipan yang pada akhirnya mengalami penurunan toleransi alkohol setelah mengonsumsi Finasteride. Ini belum termasuk merasa gelisah setelah minum alkohol dan pulih dari kerontokan rambut lebih lama akibat minum minuman keras tersebut.

Sayangnya, peneliti tak tahu-menahu mengapa Finasteride berdampak terhadap kebiasaan minum seseorang. Hanya saja Dr. Irwig percaya jika Finasteride dapat mengurangi kemampuan otak untuk membuat hormon yang disebut dengan neurosteroid. Hormon ini erat kaitannya dengan ketertarikan atau kegemaran seseorang terhadap minuman beralkohol.

21.37

Inilah Tanda-tanda Kanker "Padat" pada Anak

JAKARTA- Kanker pada dasarnya merupakan penyakit yang dapat diobati dan sembuh bila dijumpai pada stadium awal. Bahkan, dokter spesialis onkologi anak dr. Edi Setiawan Tehuteru menyatakan kemungkinan sembuhnya mencapai 80 persen. Maka, penting bagi orangtua khususnya untuk mewaspadai tanda-tanda kanker sejak dini.

Kanker, tutur Edi, secara garis besar dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama merupakan kanker jenis cair yaitu darah dengan istilah leukemia, dan yang kedua adalah kelompok tumor padat.

Tumor padat dapat dijumpai pada hampir semua organ tubuh seorang anak, mulai dari kepala sampai ujung kaki. Orangtua biasanya meraba tumor atau benjolan pada tubuh seorang anak pada saat memandikannya. Ketika menemukan benjolan, maka orangtua perlu memeriksakannya pada tenaga kesehatan untuk mengonfirmasi benjolan tersebut benar kanker atau bukan.

Berikut adalah hal-hal yang harus diwaspadai orangtua bila melihat atau meraba benjolan yang dilansir dalam buku "Waspadai & Kenali Kanker pada Anak Sejak Dini" dari Yayasan Anyo Indonesia (YAI) yang disusun oleh dr. Edi.

1. Mata
Orangtua harus curiga bila mata anak terlihat seperti mata kucing, matanya merah, terjadi gangguan penglihatan atau juling. Khusus tentang mata merah, biasanya orangtua akan memberikan obat tetes mata yang dijual bebas di pasaran. Orangtua boleh saja melakukan tindakan tersebut, namun bila dalam tiga hari tidak ada perbaikan, segera diperiksakan. Lantaran bisa jadi itu bukan merupakan penyakit mata biasa, melainkan gejala awal dari kanker bola mata (retinoblastoma).

2. Leher
Waspada bila menemui benjolan di leher seorang anak yang bertambah besar dalam waktu singkat. Biasanya anak tidak mengeluh kesakitan bila benjolan tersebut ditekan atau dipegang. Berbeda dengan benjolan yang timbul akibat infeksi, biasanya akan terasa sakit bila ditekan atau dipegang dan terasa panas bila diraba.

Infeksi pada gigi dan telinga juga dapat menyebabkan benjolan dengan karakteristik seperti tersebut di atas. Konfirmasi perlu dilakukan mengingat penanganan kedua benjolan tersebut berbeda.

3. Paru
Bila seorang anak dijumpai sesak napas dan setelah dilakukan foto dada ternyata ditemukan sel kanker di parunya, jangan berpikiran bahwa anak ini terkena kanker paru. Tidak ada kanker paru pada anak. Keadaan ini biasanya merupakan akibat dari penyebaran suatu jenis kanker tertentu ke paru-paru. Salah satu jenis kanker pada anak yang dapat menyebar ke paru-paru adalah kanker tulang.

4. Perut
Banyak organ yang dapat dijumpai dalam perut, antara lain hati, ginjal, indung telur, dan lain-lain. Semua organ tersebut di atas dapat terkena kanker. Secara fisik, perut anak akan terlihat membuncit dan bila ditekan akan teraba suatu benjolan. Jika menemukan kasus demikian, segeralah periksakan anak.

Hal lain yang perlu diperhatikan orangtua adalah jangan terlalu sering menekan perut anaknya yang makin lama makin membesar karena dapat mempermudah penyebaran.

5. Alat kelamin
Alat kelamin yang dimaksud adalah alat kelamin pria. Secara fisik, testis kanan dan kiri terlihat tidak sama besar, konsistensi testis yang terkena biasanya keras, dan tidak dijumpai tanda-tanda infeksi. Kanker pada organ testis, sama halnya paru-paru dapat merupakan akibat penyebaran dari suatu jenis kanker tertentu ke testis. Jenis kanker yang dimaksud yang dapat menyebar ke testis adalah kanker darah (leukemia).

6. Tangan atau kaki
Waspada bila terlihat ada bengkak pada tangan atau kaki. Pembengkakan ini biasanya dapat disertai dengan demam atau nyeri.

7. Otak
Benjolan pada otak memang tidak dapat dilihat maupun diraba. Walaupun demikian, orangtua tetap dapat mewaspadai gejala kanker otak dengan melihat dampak yang ditimbulkan akibat adanya suatu benjolan di otak. Gejala-gejala tersebut, antara lain adalah pusing, muntah yang menyemprot, lumpuh, dan gangguan keseimbangan.

23.23

Mau Sukses ASI Eksklusif, Penuhi 4 Syarat Ini

Shutterstock
Ilustrasi ibu menyusui
Jakarta - Air Susu Ibu (ASI) menjadi makanan utama bayi berusia di 0-6 bulan. Pada rentang usia tersebut bayi seolah 'makan' tak kenal waktu. Kapan saja merasa lapar, bayi akan menangis minta makan. Akibatnya, seorang ibu menyusui (busui) harus siap memberi ASI kapanpun bayi membutuhkan. Hal ini mengakibatkan sebagian ibu khawatir produksi ASInya tak mencukupi.

Menurut konselor menyusui dr. Wiyarni Pambudi, SpA (K) ICBLCC, sebetulnya produksi ASI seorang sudah dirancang mencukupi kebutuhan tiap anak. "Sehingga ibu tidak perlu khawatir bila memiliki 2, 3, atau 4 anak sekaligus," katanya pada media gathering Pemahaman Tenaga Kesehatan Mengenai Kebijakan Menyusui di Indonesia di Jakarta, Kamis (13/6/2013).

Menurut Wiyarni, produksi ASI sudah disiapkan saat ibu mengandung. ASI juga siap dikeluarkan bersamaan dengan lahirnya bayi. Namun produksi ASI yang sedikit di awal masa menyusui kerap membuat para ibu baru cemas. Padahal, ketakutan ini tidak perlu bila para ibu paham bahwa minimnya ASI adalah hal wajar mengingat ukuran lambung bayi pun masih sangat kecil. 

"Ketika lahir lambung bayi cuma sebesar kelereng, dan hanya cukup 10 mililiter. Karena itu produksinya sangat sedikit," ujarnya.

Walau begitu, Wiyarni menegaskan ada beberapa faktor yang harus diperhatikan guna mendukung produksi ASI. Dengan memenuhi syarat-syarat berikut, keberhasilan ASI eksklusif akan lebih mudah dicapai.                           

http://www.toko-alkes.com/

1. Nutrisi

Wiyarni menyarankan busui banyak mengkonsumsi makanan bergizi. Wiyarni juga membolehkan bila busui ingin mengkonsumsi makanan bercita rasa tajam. "Pengaruhnya hanya di rasa, tidak dalam nutrisi. Asal bisa membuat ibu rileks dan merangsang produksi ASI silahkan saja," ujarnya.

Tak ada makanan tertentu yang menstimulasi produksi ASI. Menurut Wiyarni, hal ini dikarenakan produksi ASI bersifat spesifik pada setiap bayi. Produksi sedikit tidak bisa diartikan sama pada tiap ibu dan bayi. Pada ibu yang alergi, Wiyarni menyarankan ibu membatasi asupan makanan yang membangkitkan alergi. Namun alergi tidak boleh menjadi sandungan ibu menyusui bayinya.

Selain nutrisi, Wiyarni juga menyarankan ibu tidak ragu melakukan perawatan tambahan. "Misalnya perawatan payudara. Bila merasa perlu maka sebaiknya dilakukan," katanya.

2. Usahakan menyusu langsung

Langsung menyusu menjadi rangsang jitu yang menstimulasi produksi ASI. Hal ini dikarenakan aktifnya prolaktin yang merangsang produksi ASI. Bagi ibu yang harus bekerja, memerah ASI dapat menjadi solusinya. "Kalau ibu sedang di rumah sebaiknya langsung disusui. Namun jangan memasukkan benda seperti puting, misal dot buatan, pada bayi yang tidak menyusu langsung," ujarnya.

Minum susu lewat dot harus dihindari karena dikhawatirkan akan menyebabkan bayi tak mau lagi menyusu pada puting. Menyusu lewat puting memang relatif lebih sulit dibanding dot. Hal ini dikarenakan tenaga ekstra yang harus dikeluarkan bayi ketika minum ASI lewat puting. Sehingga beberapa bayi tampak berkeringat ketika minum ASI.

Wiyarni menyarankan ibu melatih bayi minum ASI, dengan botol berujung sendok atau cangkir berlubang. Meski sulit, hal ini lebih aman untuk bayi. "Memang tidak bisa langsung seperti pada dot. Diperlukan waktu latihan kurang lebih 1-2 minggu," katanya.

3. Cari dukungan

Dukungan menjadi faktor penting ibu sukses menyusui bayinya. Dukungan ini meliputi keluarga dan lingkungan kerjanya. "Sebulan sebelumnya sampaikan ke keluarga dan lingkungan kerja, jika ingin memberikan ASI. Selanjutnya cari dukungan lingkungan kerja untuk kesuksesan ASI," kata Wiyarni. Wiyarni menyarankan lingkungan kerja memberikan dukungan dengan, pemberian cuti dan ruang menyusui yang layak.

4. Disiplin dan Rajin tambah ilmu 

Bagi ibu bekerja, Wiyarni menyarankan untuk disiplin memerah ASI tiga jam sekali. Semakin sering ASI diperah, produksinya akan meningkat. "Layaknya toko, dalam produksi ASI supply sama dengan demand," kata Wiyarni.

Bila hal ini selalu dilakukan, ibu tidak perlu khawatir ASI tidak cukup bagi bayinya. Wiyarni mengatakan, produksi ASI sudah dirancang tidak lebih atau kurang pada setiap bayi. "Jangan lupa rajin baca, browsing, dan berbagi ilmu untuk memotivasi diri. Kalau sudah diniatkan tidak ada yang sulit," ujar Wiyarni.