Tampilkan postingan dengan label Hikmah dan Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah dan Motivasi. Tampilkan semua postingan
05.49

Sebuah Akhir Perjalanan Di Awal Tahun 2012

Salah satu dari sifat fana semua yang berada di alam dunia ini yakni terikatnya akan ruang dan waktu. Kita berada di saat sekarang-di sini, tidak bisa balik ke masa lalu, atau pun loncat ke masa depan. Barang sedetik pun tak kan pernah bisa. Tak ada yang kekal, semua pasti kena dengan sunatullah ini dan takkan bisa mengelak. Tak ada yang bisa menghalangi bertambahnya usia kita, bertambah tua nya keadaan kita, terus dan terus bergerak menuju kefanaan kita, menuju keberakhiran hidup kita di dunia.

Kemarin tanggal 1 Januari 2012, saat aku kerja shift malam, kurang lebih jam 5 subuh HP berdering, terdengar suara ibuku yang sedikit bergetar "nak, nenek sudah sedemikian parah dari dari jam 3 kemaren sore, pulanglah nak. Mungkin nenek mu pengen ketemu kamu dulu di saat saat terakhirnya!"

Aku pamit ke rekan-rekan kerja ku bahwa aku harus pulang duluan karena nenekku yang berada di Sumedang kondisinya sudah kritis. Di pertengahan jalan Bandung-Sumedang, tiba-tiba HP berbunyi lagi, kini suara Bapaku yang terdengar : "Nak, nenek barusan sudah menghembuskan nafas yang terakhir, hari ini akan dikuburkan. Kami tunggu. Hati-hati di jalan, Nak"

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, "sesungguhnya semua yang berasal dari Allah akan kembali kepada Allah". Di awal tahun 2012 ini menjadi akhir perjalanan hidup di dunia bagi nenekku. Nenek dari pihak ibu, yang usia nya telah mencapai 82 tahun ini kini telah mendapatkan giliran untuk menghadap Allah SWT, sesuai dengan takdir yang telah ditetapkan olehNYA.


Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS. 29:57)
Ya, setiap yang bernyawa pasti akan mati. Detik demi detik yang kita lalui pada hakikatnya adalah hitungan mundur untuk mendekati waktu kematian kita. Kita yang masih merasakan kehidupan dan mereka-mereka yang akan menghadapi kehidupan, semuanya akan merasakan kematian pada saat yang telah ditentukan.

Bayi yang baru lahir dan orang yang sedang sakaratul maut, keduanya sama sekali tidak berkuasa atas kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.


Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 62:8)


"Mahasuci Allah Yang di dalam genggaman kekuasaan-Nya seluruh kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu siapakah di antara kamu yang paling baik amalnya, dan sesungguhnya Dia Mahamulia lagi Maha Pengampun" (QS Al-Mulk [67]: 1-2)

Selamat jalan nenekku, 
tetesan air mata kami
untaian do'a kami 
mengiringi kepergian mu

Ya Allah Yang Maha Pengampun
ampuni segala dosa & khilaf nenek kami tercinta
bukakan lah pintu tobat yang selebar-lebarnya 
lapangkanlah kuburnya
tempatkan di tempat yang mulia
yang penuh nikmat di sisiMU


"Allahummaghfirlaha warhamha waaafiha wafu anha wa akrim nuzulaha wa wassi mudkholaha wajal al-jannata maswaaha, allahumma laa tahrimna ajraha wa laa taftinna badaha waghfirlanaa walaha. bi rahmatika yaa Arhamarraahimiin. aamiin"


In memoriam
nenek kami tercinta (kerudung coklat)













17.35

Anugerah Waktu

Bismillah...
Sahabat semua, ini merupakan postingan pertama di blog "notesvaganza" mencoba untuk mengingatkan kepada diri sendiri yang lebih sering terlena akan waktu. Mudah-mudahan bisa menjadi cambuk bagi kita agar tidak menyia-nyiakan anugerah waktu yang telah diberikan oleh Allah Swt, semoga berkenan.

Setiap manusia di dunia ini, klo dihitung-hitung masing-masing waktu kita sama. 60 detik dalam 1 menit, 60 menit dalam 1 jam dan 24 jam dalam 1 hari. 7 hari dalam sepekan dan seterusnya.

Sahabat.. Imam Al Ghazali pernah berhitung buat kita tafakuri. Apabila orang umurnya 60 tahun (rata-rata) dan menjadikan 8 jam sehari untuk tidur, maka dalam 60 tahun ia telah tidur 20 tahun. Luar biasa... banyak banget tidurnya ya :). Lha prestasinya mannnna...? Itulah kebanyakan manusia. Apakah termasuk kita?

Kita akui kita orang biasa, an ordinary people ! Begitu banyak kekurangan, keterbatasan, kelemahan, kegagalan, kemalasan de el el. Namun akankah kita menyerah akan hal-hal tersebut? akankah kita menjadikan itu sebagai alasan untuk diam di tempat atau bahkan terpuruk sekalipun? 

Tentu tidak. Sahabat mari kita bersama-sama untuk mengubah paradigma kita, cara pandang hidup kita. Mari kita untuk tidak menyalahkan keadaan, tapi buatlah keadaan itu sendiri. Tidak usah mempersalahkan kelemahan, tapi ubahlah keterbatasan menjadi anak tangga menuju prestasi yang tinggi, amal-amal terbaik. 

Bicaralah dengan kerja. Hiduplah dengan ceria penuhi dengan kreativitas. Cerdaskanlah jiwa agar bahagia. Bila orang pesimis berkata, "Masalah ini mungkin diselesaikan, tapi sulit", maka optimislah dan katakan, "Masalah ini sulit,tapi mungkin."

Waktu adalah momentum untuk berprestasi. "Demi masa", demikian Allah bersumpah. Bukan main-main tentunya, karena Allah menegaskan bahwa sesungguhnya manusia pasti akan merugi kalau tidak memperhatikan waktu, kecuali 4 golongan (QS al Ashr ayat 1-3) :

  1. Orang yang beriman
  2. Orang yang beramal shaleh
  3. Orang yang menasehati dalam kebenaran
  4. Orang yang menasehati dalam kesabaran
Surat ini merupakan intisari bahwa hidup adalah kumpulan waktu. Yang tak mampu menggunakan waktu dialah orang yang dijamin bakalan rugi. Rasulullah SAW bersabda, "Ada dua nikmat, di mana banyak orang yang tertipu dengan keduanya : nikmat sehat dan waktu luang". (HR.Bukhari dari Ibnu Abbas)

Waktu adalah kunci sukses kita. Karena dengan memanfaatkan & memberdayakan waktu, memberdayakan sarana, menemukan momentum, melahirkan ide segar, kerja dengan benar maka itu semua akan menjadikan kita menjadi orang yang sukses (tidak merugi). Insya Allah.

Sahabat mari kita ber azzam, bertekad kuat agar kita tidak termasuk orang yang menyia-nyiakan anugrah waktu yang telah Allah berikan. " Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari rasa sesak dada dan gelisah, dan aku berlindung pada-Mu dari kelemahan dan kemalasan; dan aku berlindung pada-Mu dari sikap pengecut dan kikir; dan aku berlindung pada-Mu dari dilingkupi hutang dan dominasi manusia". Aamiin...