22.56

pakai Sembarang Pelumas, Ms V Bisa Kena Infeksi Ragi


 
ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Jakarta, Sama halnya dengan kondom, di tengah gairah bercinta yang menggebu-gebu dan Anda membutuhkan pelicin, tentu Anda ingin buru-buru mendapatkannya. Tapi sebuah studi baru dari UCLA memperingatkan bahwa menggunakan sembarang pelumas dapat menempatkan Anda pada infeksi vagina.

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan selama dua tahun terhadap 141 wanita berusia antara 18-65 tahun yang aktif berhubungan seksual, peneliti menemukan bahwa partisipan yang menggunakan pelicin berupa petroleum jelly berisiko mengidap bacterial vaginosis sebesar 22 persen. Begitu juga dengan partisipan yang menggunakan minyak-minyak tertentu sebagai pelumas berisiko mengalami infeksi ragi hingga 32 persen.

"Bisa jadi produk-produk ini mengubah keseimbangan flora atau organisme yang tinggal di dalam vagina, berikut tingkat keasaman vagina sehat. Padahal perubahan keseimbangan tersebut, entah itu karena kesalahan pemilihan pelumas atau faktor lainnya dapat memicu infeksi pada vagina," terang peneliti Joelle Brown, PhD.

Apalagi semakin banyak studi yang membuktikan bahwa beberapa produk yang diklaim dapat menjaga kesehatan vagina, termasuk sejumlah produk pelumas tertentu dan produk pembersih yang tak terlalu dibutuhkan vagina, justru dapat merusak jaringan vagina sekaligus meningkatkan risiko infeksi yang lebih serius seperti HIV. Menurut Brown, hal ini akan semakin parah jika infeksinya tak kunjung diobati karena dapat menyebabkan gangguan kesuburan.

Untuk itu, ketika memilih pelumas, carilah yang dapat bekerja dengan baik tapi juga takkan mempengaruhi jumlah bakteri yang hidup di dalam vagina. Hal ini dikemukakan Lauren Streicher, MD, asisten profesor obstetri dan ginekologi dari Northwestern University, AS.

"Dan tak ada yang lebih buruk daripada petroleum jelly. Karena pelumas ini bisa bertahan di dalam vagina selama berhari-hari, menarik serta mengumpulkan bakteri jahat sekaligus membuat kondom dari lateks menjadi tak begitu efektif," kata Dr. Streicher seperti dilansir Prevention, Selasa (28/5/2013).

"Begitu juga dengan minyak dapur andalan Anda. Lagipula jika minyak itu ditujukan untuk makanan Anda, jangan pernah menggunakannya untuk hal lain. Selain itu, minyak-minyak alami seperti minyak rambut juga menurunkan efektivitas kondom lateks, tak mudah dibilas serta menjebak banyak bakteri jahat di dalam vagina," tambahnya.

Tapi bukan berarti Anda harus menghindari penggunaan pelumas sama sekali. Bagaimanapun hal ini dapat menambah semarak kehidupan seksual Anda dengan pasangan. Kuncinya adalah baca komposisi pelumasnya terlebih dulu. Berikut pedoman yang direkomendasikan Dr. Streicher:

1. Yang harus dihindari
- Gliserin
Zat ini seringkali ditambahkan pada pelumas berbahan air agar lebih licin. Padahal gliserin hampir mirip dengan glukosa atau gula yang dapat menciptakan tempat berkembang biak yang baik bagi ragi. Begitu pula dengan jenis gula lain yaitu sorbitol.

- Asetat
Asetat sama halnya dengan alkohol yang secara alami dapat menyebabkan vagina mengering atau iritasi pada kulit vagina yang halus. Jika tetap digunakan, dikhawatirkan terlalu banyak gesekan yang mengenai jaringan vagina akan melukainya dan membuka peluang munculnya infeksi atau penyakit menular seksual lainnya.

- Propylene Glycol
Biasanya zat ini digunakan sebagai pengawet pada banyak pelumas populer, padahal propolene glycol dapat menyebabkan iritasi pada vagina.

2. Yang harus dicari
- Silikon (Dimethicone)
Pelumas berbahan silikon jauh lebih tahan lama daripada pelumas berbahan air dan tidak membutuhkan gula tambahan untuk membuatnya tetap licin.

- Aloe vera
Kata Dr. Streicher, zat alami ini tidak mengubah dinding vagina dan benar-benar membantu melembutkan kulit.

- Bebas Paraben (Paraben-Free)
Sebelumnya para pakar memperingatkan bahayanya kandungan paraben dalam kosmetik, begitu pula dengan pelumas bercinta Anda. Sayangnya banyak produk kebersihan wanita yang menggunakan pengawet seperti paraben dan hal ini diperbolehkan. Jika Anda dapat mencegahnya, pilihlah produk kewanitaan yang tak mengandung paraben, termasuk untuk urusan ranjang

22.56

Tes Intoleransi dan Diet Sehat, Bobot Wanita Ini Turun 32 Kg



Before
After

Jakarta, Meskipun sudah mencoba untuk memilih makanan sehat dan rajin olahraga, bobot Sidoine Price (26) stabil di angka 89 kg. Hingga akhirnya ia melakukan tes intoleransi makanan dan menemukan penyebab utama bobotnya tidak bisa turun.

Sidoine yang berprofesi sebagai manajer mengungkapkan bahwa ia memang memiliki tubuh gemuk sejak lama. Tetapi selama beberapa tahun terakhir ia merasa bobotnya terus naik, hingga akhirnya ia memutuskan untuk melakukan perubahan pola .

Sejak itu, Sidoine mulai makan lebih sehat, secara tetap makan 5 kali sehari dengan pola makan yang mengandung banyak protein dan sayuran seperti salad.

"Saya juga bergabung dengan gym dan mulai latihan 3 kali seminggu. Bobot saya memang turun, namun agak lama," ungkap Sidoine, seperti dilansir dari Daily Mail, Senin (27/5/2013).

Merasa hasilnya tidak sepadan dengan hasil pengaturan pola makan dan latihan di gym yang ia jalani, ia tidak puas. Secara konstan, ia juga semakin buncit setiap kali makan. Ini membuatnya tidak nyaman dan malu.

"Berbulan-bulan makan sehat dan olahraga memberikan pengaruh yang sedikit untuk saya, terutama pada pembengkakan yang saya alami di perut setiap kali makan," imbuhnya.

Dalam keputusasaan Sidoine mencoba diet radikal dengan hanya makan wortel mentah saat makan siang, tapi tetap saja hasilnya tidak memuaskan.

"Saat itulah seorang teman mengatakan bahwa saya mungkin memiliki intoleransi makanan dan menyarankan agar saya mencoba melakukan tes intoleransi makanan," ungkap Sidoine.

Setelah melakukan tes ini, hasilnya menunjukkan bahwa Sidoine memiliki intoleransi terhadap sejumlah makanan, termasuk makanan sehat seperti wortel. Padahal beberapa bulan terakhir ia justru melakukan diet dengan hanya makan wortel.

"Mengurangi makanan yang masuk ke dalam daftar intoleransi yang saya miliki memberi efek besar. Dalam beberapa hari perut saya terasa lebih ramping," imbuh Sidoine.

Selain wortel, Sidoine juga intoleransi terhadap susu sapi dan ragi. Ia pun tidak mengonsumsi semua jenis makanan tersebut selama 3 bulan berikutnya. Tes intoleransi makanan membuat Sidone segera mengubah kebiasaan makannya dan menjalankan diet sehat. Kini bobot Sidoine stabil di 57 kg, ia telah menurunkan bobotnya sekitar 32 kg.

Menu makan Sidoine:

Sarapan: Smoothie (strawberry, blueberry, pisang dan kedelai)
Makan siang: Sup kentang buatan sendiri dengan daun bawang tanpa wortel atau sup krim tanpa susu
Makan malam: Omelet tanpa susu, kentang kukus dengan tuna dan jagung, serta ayam dan sayuran.

"Kini saya jauh lebih percaya diri pada musim panas. Saya akhirnya bisa menikmati belanja pakaian, padahal sebelumnya saya menghindarinya," imbuh Sidoine.

Penelitian terbaru menunjukkan adanya hubungan antara intoleransi makanan dan berat badan.

"Intoleransi makanan merupakan masalah serius dan sering salah didiagnosis. Saya bertemu banyak klien yang secara konsisten makan sehat dan berolahraga secara teratur tapi masih merasa sulit untuk menurunkan bobot," imbuh Alli Godbold, seorang ahli gizi.

Dilanjutkan oleh Godbold, intoleransi makanan dapat menyebabkan reaksi kekebalan dalam tubuh yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau kesulitan dalam menurunkan berat badan.

22.52

Yuk, Biasakan Anak Senang Olahraga!


:
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Seorang anak sedang bersepeda di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo saat hari bebas kendaraan bermotor, Minggu (2/9/2012).
Jakarta - Olahraga adalah aktivitas yang wajib dilakukan siapa saja, tak terkecuali anak-anak. Aktivitas fisik ini akan membantu membentuk tulang dan otot yang kuat, serta jantung dan paru yang sehat. Anak yang rajin berolahraga akan tumbuh tinggi, sehat, dan bugar.


"Berbagai aktivitas fisik seperti bermain dan berlari, dapat menjadi bentuk olahraga (bagi anak-anak). Namun, dengan keteraturan akan memberi hasil maksimal," kata residen Kedokteran Olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr.Sophia Benedicta Hage.

Kebiasaan beraktivitas olah fisik sejak kecil, lanjut Sophia, diharapkan akan terbawa sampai dewasa sehingga membentuk fisik yang kuat dan tak mudah sakit.

Kegiatan olahraga sebenarnya memiliki karakteristik yang berbeda dengan aktivitas keseharian. Olahraga, menurut Sophia, harus direncanakan, memiliki tujuan, dan berulang. Hal yang sama berlaku juga untuk anak-anak.

Sophia menjelaskan, ada kriteria yang menentukan apakah olahraga  pada anak sudah dilakukan dengan baik dan benar. Kriteria pertama adalah, aktivitas olahraga sebaiknya dilakukan setiap hari selama sekitar 1 jam. Sedangkan untuk senam dilakukan sedikitnya selama 30 menit.

"Olahraga sebaiknya dilakukan sebelum jam 10 pagi dan kena sinar matahari," imbuh Sophia yang menegaskan bahwa sinar matahari mengandung vitamin D yang berfungsi membentuk dan mencegah keropos tulang.

Pengukuran intensitas olahraga, menurut Sophia, tidak dapat dilakukan melalui keringat yang keluar. Keringat merupakan hasil pembakaran kalori. Banyaknya cairan yang keluar tidak mengindikasikan hal yang sama pada jumlah kalori.

"Berbicara olahraga berarti tentang intensitas. Baik pada orang dewasa maupun anak indikasinya meliputi detak jantung dan nafas," kata Sophia.

Detak jantung yang lebih cepat dan nafas tersengal, menandakan intensitas aktivitas mencapai sedang sampai tinggi. Akibatnya, detak jantung terasa lebih cepat, dengan nafas yang terengah.

Tips ajak anak olahraga

Kebersamaan keluarga menjadi salah satu kunci keberhasilan menumbuhkan kegemaran olahraga pada anak. Sophia mengatakan orangtua menjadi contoh bagi anak dalam beraktivitas fisik. "Tidak sulit membuat anak olahraga, ada beberapa kiat yang dapat dipraktikkan," kata Sophia

1. Orangtua harus berolahraga

Orangtua menjadi teladan bagi anaknya. Orangtua yang gemar berolahraga seperti berenang, jogging atau bersepeda akan memancing anak mengikuti kebiasaan sehat tersebut. Hasilnya, anak akan langsung mengikuti tanpa harus diperintah.

2. Tegakkan aturan dalam keluarga

Orangtua harus konsisten dan berperan utama dalam penegakan aturan. Penegakan aturan diharapkan bisa mengurangi kebiasaan buruk dalam keluarga. Sophia menyarankan kebiasaan duduk diam menonton televisi, bermain komputer, atau video game tidak boleh lebih dari 2 jam sehari. Hal ini akan mendorong anak beraktifitas fisik di luar selama beberapa jam. "Penegakan aturan berefek pada kebiasaan keluarga. Misalnya tidak langsung menyalakan televisi ketika bangun, atau berolahraga sebelum nonton," kata Sophia.

3. Ajak tetangga

Mengajak tetangga olahraga bersama bisa menjadi aktivitas seru dan menyenangkan. Selama berolahraga para orangtua kemungkinan membawa serta anaknya. Ketika orangtua berolahraga, anak bisa bermain bersama teman sebaya. "Akhirnya seluruh keluarga bisa beraktifitas bersama. Hal ini tentu lebih sehat dibanding duduk diam di rumah," kata Sophia.

05.33

Rajin Keramas, tapi Kok Rambut Tetap Bau?



Bau yang ditimbulkan memang begitu kuat sampai-sampai kadang orang dapat langsung mencium aroma tidak sedap itu tanpa mendekatinya.

jakarta — Anda mungkin mempunyai masalah dengan rambut, seperti rambut kering, ketombe, atau pecah-pecah. Namun, ada juga orang yang tak punya masalah tersebut, tetapi memiliki masalah lain yang tak kalah serius, yaitu rambut dengan bau tidak sedap. Padahal, mereka rajin keramas.

Masalah ini biasa disebut dengan smelly hair syndrome atau sindrom rambut bau. Gejala yang paling mencolok dari sindrom ini tentu saja bau yang menyengat dari rambut dan kulit kepala. Ada yang bilang baunya seperti popok basah, yang lain menggambarkan baunya seperti susu asam, bahkan bau kaus kaki. Bau yang ditimbulkan memang begitu kuat, sampai-sampai orang dapat langsung mencium aroma tidak sedap itu tanpa mendekatinya. Bau itu dapat muncul hanya lebih kurang 12 jam setelah mereka mandi. Yang lebih mengerikan lagi, bau tersebut dapat berpindah ke handuk atau bantal penderitanya.

Akibat aroma tak sedap yang menguar dari rambut, tidak jarang penderitanya diasingkan oleh teman-teman mereka.

Menurut Mayo Clinic, penyebab utama rambut bau bukanlah dermatitis seboroik, yaitu produksi minyak berlebih atau gangguan kulit kepala yang menyebabkan kulit kepala terkelupas, bersisik, atau memerah. Ilmu kedokteran sendiri belum menemukan penyebab spesifik dari sindrom ini. Kebanyakan pasien yang mengidap sindrom ini tidak menemukan jawaban pasti dari dokter. Resep yang diberikan pun sering kali tidak membantu mereka keluar dari masalah ini.

Tanpa penjelasan yang memuaskan, akhirnya penderita umumnya berusaha untuk mengatasi masalah mereka sendiri, antara lain dengan berbagai produk perawatan rambut, seperti conditioner dari sari teh yang memiliki sifat antijamur. Sebagian lagi memilih pengobatan tradisional dari campuran sari lemon, baking soda, cuka sari apel, minyak kelapa, lidah buaya, minyak nimba, suplemen klorofil, serta campuran madu dan kayu manis.

Sebenarnya ada satu solusi yang tampaknya memberikan hasil yang lebih konsisten, yaitu dengan mencuci rambut dengan sabun mandi cair antibakteri dan sabun yang mengandung belerang. Cukup masuk akal dari sudut pandang ilmiah, jika penyebabnya adalah bakteri atau jamur. Triclosan yang terkandung dalam sabun mandi cair mampu mencegah tumbuhnya bakteri, sedangkan belerang sendiri dapat mengurangi kulit kepala yang berminyak sehingga mengurangi "makanan" bakteri atau jamur yang ada di kulit kepala.

Namun, yang paling aman adalah berkonsultasi dengan dokter kulit untuk memastikan gejala-gejala Anda tidak disebabkan oleh psoriasis atau beberapa kondisi lain.

05.33

Rambut Rontok? Mungkin Anda Butuh Nutrisi Ini



Kekurangan zinc sering dihubungkan dengan ketombe dan kerontokan rambut. Sumber zinc banyak pada seafood, telur, susu, daging, dan lain-lain.

T:
Apakah penyebab rambut rontok, dan bagaimana cara mengatasinya? Apakah konsumsi makanan mempengaruhi rontoknya rambut? Kira-kira makanan apa aja yang baik untuk kesehatan rambut? Terima kasih, Dok. (Fani Para, 24)

J:
Dear Fani,
Kerontokan pada rambut normal terjadi pada setiap orang. Dikatakan normal jika kerontokan berkisar antara 50-100 lembar rambut per hari. Setiap helai rambut memiliki usia sekitar 3-6 tahun, jadi rambut yang rontok tidak berarti benar-benar hilang. Ada beberapa penyebab kerontokan pada rambut, antara lain:

* Faktor keturunan: ada orang tertentu yang memilliki laju pertumbuhan rambut yang lebih lambat sehingga jumlah rambut yang tumbuh kembali juga lebih sedikit.
* Faktor fisik seperti: mengikat rambut terlalu kencang, penggunaan alat pengering rambut, tekanan akibat tidur berbaring hanya pada 1 sisi saja (seperti pada bayi), menarik atau memilin rambut saat tidur, dan lain sebagainya.
* Infeksi/ radang jamur, penyakit tertentu seperti: lupus, kanker, anemia, dan lain sebagainya.
* Kelainan endokrin atau hormonal.
* Faktor usia.
* Penggunaan obat kemoterapi, terapi radiasi, bahan kimia untuk gaya rambut, dan lain sebagainya.
* Stres, proses penurunan berat badan yang terlalu cepat.

Ada beberapa cara untuk mengatasi kerontokan rambut seperti:
1. Kelola stres yang dialami, hindari tindakan yang berlebihan pada rambut, atur penurunan berat badan secara bertahap.

2. Lakukan gaya hidup sehat dengan istirahat yang cukup, makan sesuai konsep gizi lengkap dan seimbang. Ada beberapa zat gizi yang penting untuk mencegah kerontokan yakni vitamin A, B, C, tembaga, zat besi, zinc, protein dan air.
* Vitamin A: bekerja dengan merangsang pertumbuhan dan kesehatan sel rambut serta kulit kepala. Bahan makanan sumber vitamin A berupa sayur maupun buah yang berwarna merah-oranye dan hijau tua, minyak ikan, hati, telur, dan susu yang sudah difortifikasi dengan vitamin A.
* Vitamin B6, B12, asam folat, dan biotin, bekerja dengan mencukupi kebutuhan oksigen dan zat gizi pada rambut sehingga rambut akan tumbuh maksimal, juga membuat kulit kepala memiliki kadar minyak yang cukup, sehingga tidak mudah terjadi kelainan pada kulit kepala.

Adapun bahan makanan sumber vitamin B6 dan B12 berupa daging ayam, daging babi, ikan, hati, ginjal, kedelai, kacang, biji-bijian, dan lain-lain.    Sumber asam folat adalah sayuran, alpukat, bit, atau brokoli. Dan sumber biotin berupa telur, hati, roti beragi, sereal, dan lain-lain.

* Vitamin C, penting untuk memproduksi kolagen yang memberikan struktur pada rambut. Sumber vitamin C banyak pada sayur dan buah, lada, dan lain-lain.
* Mineral tembaga, penting untuk mempertahankan kecukupan nutrisi melalui pembuluh darah pada akar rambut. Bahan makanan yang kaya akan mineral tembaga adalah hati, seafood, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
* Zat besi, merupakan pembawa oksigen dalam darah, termasuk dalam pembuluh darah akar rambut. Bahan makanan yang kaya akan zat besi seperti daging, bayam, kacang merah, dan lain-lain.
* Zinc, berfungsi untuk mempertahankan produksi minyak dari folikel rambut. Kekurangan zinc sering dihubungkan dengan ketombe dan kerontokan rambut. Sumber zinc banyak pada seafood, telur, susu, daging, dan lain-lain.
* Protein, diperlukan untuk pertumbuhan rambut normal. Banyak dijumpai pada daging, unggas, ikan, telur, susu, kedelai, keju, dan lain-lain.
* Air, penting untuk mencukupi kebutuhan sel akan cairan, dan juga berperan sebagai pengangkut zat-zat gizi yang diperlukan dalam proses pertumbuhan rambut.

Oleh karena itu alangkah baiknya jika Fani mengonsumsi makanan yang bervariasi setiap harinya, sehingga kebutuhan tubuh akan berbagai jenis zat gizi dapat terpenuhi dari makanan yang dikonsumsi….

05.33

Kebiasaan Agar Lancar Buang Air Besar



Biasakan tidak menunda waktu BAB jika sudah timbul rangsangan untuk ke belakang.

Dok, gimana ya caranya agar lancar buang besar. Karena bagi saya sehari saja tidak buang air besar rasanya perut menjadi penuh dan agak buncit. Padahal setiap hari saya memakan sayuran dan buah, juga banyak mengonsumsi air putih. Terkadang kalau tidak buang air besar selama dua hari saya langsung minum obat pencahar. Berbahayakah jika minum obat pencahar, Dok? Mohon penjelasannya. (Maria, 21)

J:
Dear Maria,
Ada beberapa cara alami yang dapat Maria lakukan agar lancar buang air besar (BAB), antara lain dengan:
* Biasakan tidak menunda waktu BAB jika sudah timbul rangsangan untuk ke belakang, walau sesibuk apapun juga. Makin lama menunda waktu BAB, maka usus besar akan makin banyak mengambil kembali cairan yang terkandung dalam feses sehingga membuat feses menjadi lebih keras yang tentunya membuat makin susah BAB.
* Konsumsi cukup serat dengan mengonsumsi minimal 5-6 porsi buah dan sayur dalam sehari. Ukuran 1 porsi sayuran maupun buah-buahan sekitar 100 gr dalam keadaan mentah. Selain itu pilihlah buah yang cepat merangsang gerakan usus seperti pepaya, nenas, atau tomat. Fungsi serat akan menarik cairan, membuat feses menjadi lebih lunak, merangsang otot di usus untuk terus berkontraksi sehingga mendorong feses dan membuatnya lebih mudah dibuang.
* Cukup mengonsumsi air minimal 6-8 gelas/hari.
* Lakukan banyak aktivitas fisik karena banyak beraktivitas juga akan memperkuat otot yang ada di usus.
* Tambahkan bakteria asam laktat untuk memperbaiki pertumbuhan kuman baik dalam usus besar, yang dapat diperoleh dari yoghurt, kimci, dan lain-lain.
* Jika sudah tidak BAB lebih dari tiga hari dapat diberikan obat pencahar, namun penggunaan obat pencahar secara terus-menerus dan dalam waktu lama tentu akan memberikan efek samping bagi tubuh. Oleh karena itu penggunaan obat pencahar haruslah di bawah pengawasan dokter.
* Jika Maria telah melakukan semua cara di atas, namun masih tetap mengalami konstipasi, alangkah baiknya jika Maria berkonsultasi dengan dokter agar dapat diketahui secara pasti penyebab konstipasi tersebut.

08.33

DOPPLER BISTOS

DOPPLER BISTOS

Sabtu,06April Diposkan oleh gatot di 08.18 fetal doppler BISTOS dengan LCD yang portabel untuk dibawa kemana mana dan mudah pengoperasiannya untuk lebih lengkapnya silahkan b